Analisis Rute Optimal Distribusi BBM Menggunakan Network Analysis Berbasis Sistem Informasi Geografis

06 April 2026

By: Adinda Vania Adella

Open Project

Analisis Rute Optimal Distribusi BBM Menggunakan Network Analysis Berbasis Sistem Informasi Geografis

Open Project

Analisis Rute Optimal Distribusi BBM Menggunakan Network Analysis Berbasis Sistem Informasi Geografis

Open Project

Analisis Rute Optimal Distribusi BBM Menggunakan Network Analysis Berbasis Sistem Informasi Geografis

Open Project

Analisis Rute Optimal Distribusi BBM Menggunakan Network Analysis Berbasis Sistem Informasi Geografis

Analisis Rute Optimal Distribusi BBM Menggunakan Network Analysis Berbasis Sistem Informasi Geografis

Pendahuluan

A. Latar Belakang

Bahan bakar minyak (BBM) merupakan salah satu kebutuhan vital dalam menunjang aktivitastransportasi, industri, serta kegiatan ekonomi masyarakat. Ketersediaan BBM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) harus selalu terjaga agar tidak terjadi kelangkaan yang dapat menghambat aktivitas masyarakat dan distribusi barang. Oleh karena itu, sistem distribusi BBM dari depot menuju SPBU harus dilakukan secara efektif, efisien, dan tepat waktu.

Proses distribusi BBM umumnya menggunakan mobil tangki yang berangkat dari depot menuju beberapa SPBU tujuan. Dalam proses distribusi tersebut, penentuan rute perjalanan menjadi faktor yang sangat penting karena berpengaruh terhadap jarak tempuh, waktu distribusi, biaya operasional, serta ketepatan waktu pengiriman BBM. Pemilihan rute yang tidak optimal dapat menyebabkan jarak tempuh yang lebih panjang, waktu pengiriman yang lebih lama, serta peningkatan biaya distribusi. Oleh karena itu, diperlukan suatu metode untuk menentukan rute distribusi yang paling optimal dari depot menuju beberapa SPBU tujuan.

Perkembangan teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG) memungkinkan analisis jaringan jalan (network analysis) untuk menentukan rute terpendek maupun rute tercepat berdasarkan jaringan jalan yang ada. Dengan menggunakan analisis jaringan pada SIG, proses penentuan rute distribusi dapat dilakukan secara lebih akurat dan efisien karena mempertimbangkan jaringan jalan, jarak antar lokasi, serta keterhubungan antar ruas jalan. Analisis ini dapat membantu perusahaan distribusi BBM dalam merencanakan rute perjalanan mobil tangki sehingga distribusi dapat dilakukan dengan lebih efektif dan efisien.

Salah satu perangkat lunak SIG yang dapat digunakan untuk melakukan analisis jaringan adalah QGIS dengan bantuan plugin analisis jaringan. Melalui analisis Origin-Destination Matrix dan rute optimal, dapat diketahui jarak tempuh dari depot menuju setiap SPBU serta rute distribusi terbaik yang dapat dilalui oleh mobil tangki. Hasil dari analisis tersebut dapat digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan terkait perencanaan distribusi BBM agar lebih efisien dari segi jarak dan waktu tempuh.

Berdasarkan permasalahan tersebut, maka penelitian ini dilakukan untuk menganalisis rute optimal distribusi BBM oleh mobil tangki dari depot menuju beberapa SPBU tujuan dengan menggunakan Sistem Informasi Geografis dan analisis jaringan jalan. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan informasi mengenai rute distribusi yang paling optimal sehingga proses distribusi BBM dapat dilakukan dengan lebih efisien dan efektif.

B. Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis persebaran lokasi SPBU dan menentukan rute optimal distribusi BBM dari depot menuju SPBU menggunakan metode network analysis sehingga diperoleh rute distribusi dengan jarak dan waktu tempuh yang optimal.

Metode Penelitian

A. Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian berada di Pulau Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dengan fokus penelitian pada sebaran depot dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang tersebar di wilayah administrasi kota. Pada penelitian ini digunakan satu depot sebagai titik asal distribusi dan empat SPBU sebagai titik tujuan distribusi. Peta lokasi penelitian dan tabel koordinat depot dan SPBU yang digunakan dalam penelitian ini ditunjukkan pada gambar dan tabel berikut.

Peta Lokasi Penelitian

Gambar 1. Peta Lokasi Penelitian (Penyusun, 2026)

B. Variabel Penelitian

Tabel 1. Variabel Penelitian

Tabel 1.  Variabel Penelitian

(Penyusun, 2026)

Variabel yang digunakan dalam penelitian ini meliputi jaringan jalan, lokasi depot, lokasi SPBU, jarak tempuh, dan waktu tempuh distribusi BBM. Data jaringan jalan digunakan sebagai dasar analisis jaringan untuk menentukan rute optimal. Lokasi depot dan SPBU digunakan sebagai titik asal dan tujuan dalam analisis Origin–Destination Matrix.

C. Metode

Gambar 2. Diagram Metode Penelitian (Penyusun, 2026)

Gambar 2. Diagram Metode Penelitian (Penyusun, 2026)

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis spasial dan network analysis menggunakan Sistem Informasi Geografis untuk menentukan rute optimal distribusi BBM dari depot ke SPBU. Tahapan penelitian dimulai dari pengumpulan data berupa lokasi depot, lokasi SPBU, jaringan jalan, dan batas administrasi. Data lokasi depot dan SPBU diperoleh melalui digitasi Google Maps, jaringan jalan diperoleh dari OpenStreetMap, dan batas administrasi diperoleh dari Ina-Geoportal.

Tahap selanjutnya adalah pengolahan data jaringan jalan untuk membangun network dataset yang digunakan dalam analisis rute. Setelah network terbentuk, dilakukan analisis Origin Destination Matrix (OD Matrix) untuk mengetahui jarak dan waktu tempuh dari depot menuju masing-masing SPBU melalui jaringan jalan yang tersedia. Hasil OD Matrix kemudian digunakan dalam analisis Travelling Salesman untuk menentukan urutan kunjungan SPBU yang optimal dalam satu perjalanan distribusi mobil tangki.

Setelah urutan distribusi diperoleh, dilakukan analisis rute optimal menggunakan metode Network Analysis dengan pendekatan fastest path untuk menentukan jalur distribusi terbaik dari depot menuju seluruh SPBU sesuai urutan kunjungan. Selanjutnya dilakukan perhitungan total jarak dan waktu tempuh distribusi berdasarkan rute optimal yang dihasilkan.

Tahap terakhir adalah visualisasi hasil analisis ke platform GeoMAPID yang menampilkan lokasi depot, lokasi SPBU, jaringan jalan, serta rute distribusi BBM sehingga hasil penelitian dapat divisualisasikan dalam bentuk peta interaktif.

Hasil dan Pembahasan

A. Hasil Analisis Persebaran Depot dan SPBU

Gambar 3. Persebaran Depot dan SPBU di Pulau Bangka (Penyusun, 2026)

Gambar 3. Persebaran Depot dan SPBU di Pulau Bangka (Penyusun, 2026)

Gambar 3. Persebaran Depot dan SPBU di Pulau Bangka (Penyusun, 2026)

Berdasarkan hasil pengumpulan data, terdapat satu lokasi depot dan empat SPBU yang menjadi objek dalam penelitian ini. Lokasi depot berperan sebagai titik asal distribusi, sedangkan SPBU merupakan titik tujuan distribusi BBM.

Gambar 4. Objek Penelitian (Penyusun, 2026)

Gambar 4. Objek Penelitian (Penyusun, 2026)

B. Hasil Analisis Jaringan Jalan

Tabel 2. Attribute Table Hasil Analisis Jaringan Jalan

Tabel 2.  Attribute Table Hasil Analisis Jaringan Jalan

(Penyusun, 2026)

Analisis jaringan jalan dilakukan dengan membangun network dataset dari data jaringan jalan yang diperoleh dari OpenStreetMap. Jaringan jalan yang digunakan dalam analisis terdiri dari jalan kolektor dan jalan lokal. Setiap ruas jalan memiliki atribut panjang jalan dan kecepatan kendaraan yang digunakan untuk menghitung waktu tempuh perjalanan.

Hasil analisis jaringan jalan menghasilkan network yang dapat digunakan untuk perhitungan rute, OD Matrix, dan Travelling Salesman. Network ini menjadi dasar dalam menentukan jarak terpendek dan waktu tempuh tercepat dari depot menuju SPBU.

C. Hasil Analisis Origin Destination Matrix (OD Matrix)

Tabel 3. Hasil Analisis Origin Destination Matrix (OD Matrix)

Tabel 3.  Hasil Analisis Origin Destination Matrix (OD Matrix)

Analisis Origin Destination Matrix (OD Matrix) dilakukan untuk mengetahui jarak dan waktu tempuh perjalanan dari Depot Pangkal Balam menuju masing-masing SPBU melalui jaringan jalan yang tersedia. Perhitungan dilakukan menggunakan network analysis sehingga hasil yang diperoleh merepresentasikan kondisi jaringan jalan secara aktual.

Berdasarkan hasil analisis, diperoleh bahwa jarak dan waktu tempuh dari depot ke setiap SPBU bervariasi. Jarak terdekat adalah menuju SPBU 24331153 dengan jarak 7,22 km dan waktu tempuh sekitar 0,15 jam atau 9 menit. Sementara itu, jarak terjauh adalah menuju SPBU 24331137 dengan jarak 24,88 km dan waktu tempuh sekitar 0,49 jam atau 29 menit.

Secara keseluruhan, total jarak tempuh dari depot menuju seluruh SPBU adalah sebesar 52,35 km dengan total waktu tempuh sekitar 1,05 jam atau 63 menit. Nilai ini menunjukkan estimasi perjalanan distribusi BBM dari depot ke seluruh SPBU berdasarkan jaringan jalan yang tersedia.

Hasil OD Matrix menunjukkan bahwa perbedaan jarak dan waktu tempuh dipengaruhi oleh lokasi SPBU terhadap depot serta kondisi jaringan jalan yang dilalui. SPBU yang berada lebih dekat cenderung memiliki waktu tempuh yang lebih singkat, sedangkan SPBU yang lebih jauh membutuhkan waktu perjalanan yang lebih lama.

Dengan demikian, hasil OD Matrix ini menjadi dasar penting dalam menentukan urutan distribusi dan rute optimal distribusi BBM, sehingga proses distribusi dapat dilakukan secara lebih efektif.

D. Hasil Analisis Travelling Salesman

Analisis Travelling Salesman dilakukan untuk menentukan urutan kunjungan SPBU oleh mobil tangki dalam satu perjalanan distribusi BBM dari depot. Analisis ini bertujuan untuk mendapatkan urutan perjalanan yang optimal berdasarkan jaringan jalan sehingga perjalanan distribusi menjadi lebih efektif.

Berdasarkan hasil analisis Travelling Salesman, diperoleh urutan distribusi SPBU yang dimulai dari Depot Pangkal Balam kemudian menuju beberapa SPBU sesuai urutan optimal hingga seluruh SPBU dikunjungi. Urutan distribusi ini menunjukkan jalur perjalanan mobil tangki yang paling optimal berdasarkan jarak atau waktu tempuh perjalanan.

Urutan distribusi BBM hasil analisis Travelling Salesman adalah sebagai berikut:

Tabel 4. Hasil Travelling Salesman (Urutan Distribusi BBM)

Tabel 3.  Hasil Travelling Salesman (Urutan Distribusi BBM)

Hasil urutan distribusi ini kemudian digunakan sebagai dasar dalam analisis rute optimal distribusi BBM menggunakan network analysis untuk menentukan jalur distribusi terbaik.

E. Hasil Analisis Rute Optimal dan Perhitungan Waktu & Jarak Tempuh Distribusi BBM

Gambar 5. Hasil Rute Optimal Distribusi BBM (Penyusun, 2026)

Gambar 5. Hasil Rute Optimal Distribusi BBM (Penyusun, 2026)

Berdasarkan hasil analisis rute optimal distribusi BBM dari Depot Pangkal Balam ke empat SPBU tujuan, diperoleh rute distribusi dengan urutan perjalanan yaitu dari Depot Pangkal Balam menuju SPBU 24331116, kemudian menuju SPBU 24331137, dilanjutkan ke SPBU 24331127, dan terakhir menuju SPBU 24331153. Rute ini merupakan rute distribusi optimal yang dihasilkan berdasarkan analisis jaringan jalan dengan mempertimbangkan jarak dan waktu tempuh perjalanan.

Tabel 5. Hasil Analisis Rute Optimal dan Perhitungan Waktu & Jarak Tempuh Distribusi BBM

Tabel 4.  Hasil Analisis Rute Optimal dan Perhitungan Jarak Tempuh Distribusi BBM

Berdasarkan hasil perhitungan diatas, jarak perjalanan dari Depot Pangkal Balam menuju SPBU 24331116 adalah sebesar 8,22 km dengan waktu tempuh perjalanan sekitar 0,16 jam. Perjalanan dari SPBU 24331116 menuju SPBU 24331137 memiliki jarak 23,22 km dengan waktu tempuh sekitar 0,39 jam. Selanjutnya perjalanan dari SPBU 24331137 menuju SPBU 24331127 memiliki jarak 21,75 km dengan waktu tempuh sekitar 0,35 jam. Perjalanan terakhir dari SPBU 24331127 menuju SPBU 24331153 memiliki jarak 14,19 km dengan waktu tempuh sekitar 0,23 jam.

Total jarak tempuh distribusi BBM dalam satu rute perjalanan adalah sebesar 67,37 km dengan total waktu perjalanan kendaraan sekitar 1,14 jam. Selain waktu perjalanan, dalam penelitian ini juga diperhitungkan waktu pelayanan atau waktu bongkar muat BBM di setiap SPBU sebesar 0,5 jam per SPBU. Karena terdapat empat SPBU tujuan, maka total waktu pelayanan adalah sebesar 2 jam.

Dengan demikian, total waktu distribusi BBM dalam satu kali perjalanan mobil tangki dari depot ke seluruh SPBU tujuan adalah sebesar 3,14 jam. Total waktu ini merupakan akumulasi dari waktu perjalanan kendaraan dan waktu pelayanan di setiap SPBU.

Hasil analisis ini menunjukkan bahwa rute optimal distribusi BBM dapat membantu menentukan jalur distribusi yang lebih efisien serta memperkirakan total waktu distribusi yang dibutuhkan dalam satu kali perjalanan mobil tangki dari depot ke seluruh SPBU tujuan.

Analisis rute optimal ini sangat penting dalam proses distribusi BBM karena jarak tempuh dan waktu distribusi akan mempengaruhi biaya operasional kendaraan serta ketepatan waktu distribusi BBM ke SPBU. Semakin optimal rute distribusi yang digunakan, maka jarak tempuh kendaraan dapat diminimalkan dan waktu distribusi menjadi lebih efisien. Oleh karena itu, penggunaan analisis jaringan jalan dalam menentukan rute distribusi BBM dapat membantu perusahaan dalam merencanakan distribusi yang lebih efektif dan efisien.

Kesimpulan dan Saran

Hasil penelitian menunjukkan bahwa persebaran SPBU pada wilayah penelitian mengikuti jaringan jalan utama sehingga memudahkan proses distribusi BBM dari depot ke SPBU tujuan. Analisis Origin Destination Matrix menunjukkan bahwa total jarak dari depot menuju seluruh SPBU adalah sekitar 52,35 km dengan total waktu tempuh sekitar 1,05 jam.

Hasil analisis Travelling Salesman menghasilkan urutan distribusi optimal yaitu Depot Pangkal Balam -> SPBU 24331116 -> SPBU 24331137 -> SPBU 24331127 -> SPBU 24331153. Berdasarkan analisis rute optimal, total jarak distribusi dalam satu kali perjalanan adalah sekitar 67,37 km dengan waktu perjalanan kendaraan sekitar 1,14 jam. Setelah ditambahkan waktu pelayanan di setiap SPBU sebesar 0,5 jam, total waktu distribusi dalam satu kali perjalanan menjadi sekitar 3,14 jam.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan Sistem Informasi Geografis dan analisis jaringan jalan dapat membantu menentukan rute distribusi BBM yang lebih optimal dan efisien. Untuk penelitian selanjutnya disarankan menambahkan variabel seperti kondisi lalu lintas, waktu distribusi pada jam sibuk dan tidak sibuk, serta kapasitas kendaraan agar hasil analisis menjadi lebih akurat dan mendekati kondisi sebenarnya di lapangan.

Daftar Pustaka

Suardy, M. G. M. (2025, 5 Agustus). Analisis efisiensi rute Trans Metro Bandung (TMB) [Blog post]. MAPID. Diakses dari https://geo.mapid.io/blog_read/analisis-efisiensi-rute-trans-metro-bandung-tmb

Saputro, R. A. T., Kasanah, Y. U., Marddani, O. R., & Niami, K. (2023). Optimasi rute distribusi berbasis network analysis GIS menggunakan CVRPTWPD. Jurnal INTECH Teknik Industri.

Kushariyadi, Sono, Adi, T. W., Aristantia, S. E., & Taufiqurrahman, M. A. (2023). Analisis rute distribusi BBM di pertashop menggunakan metode saving matrix. Jurnal Sistem Informasi dan Teknologi.

Alexander, A. F. P., & Ardhiyanto, N. K. (2024). Analisis rute penyaluran BBM ke pertashop di integrated terminal Palembang. Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi.

Siregar, M. T., Wahyudin, A., & Sukwadi, R. (2021). Analisis penentuan rute pengiriman barang menggunakan metode saving matrix dan genetic algorithm. Jurnal Transformatika.

OpenStreetMap Contributors. (2024). OpenStreetMap Data. https://www.openstreetmap.org

Geospasial, B. I. (2023). Ina-Geoportal. Retrieved from Badan Informasi Geospatial: https://tanahair.indonesia.go.id/portal-web

Google. (2024). Google Maps. https://www.google.com/maps

QGIS Development Team. (2024). QGIS Geographic Information System. https://qgis.org

OpenRouteService. (2024). OpenRouteService Documentation. https://openrouteservice.org

Terms and Conditions
Introductions
  • MAPID is a platform that provides Geographic Information System (GIS) services for managing, visualizing, and analyzing geospatial data.
  • This platform is owned and operated by PT Multi Areal Planing Indonesia, located at